TABANAN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, melakukan konsolidasi demokrasi dengan mengunjungi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan di Gedung Olahraga Debes, Jalan Mawar, Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Selasa (26/5/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, bersama jajaran pengurus KONI Tabanan dalam suasana silaturahmi dan dialog terkait penguatan nilai-nilai demokrasi serta netralitas dunia olahraga menjelang tahapan pemilu dan pemilihan.
Dalam kesempatan tersebut, Narta menyampaikan apresiasi atas sambutan dari KONI Tabanan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga ruang publik tetap netral dari kepentingan politik praktis, termasuk di lingkungan olahraga.
Menurutnya, setiap tahapan pemilu memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama. Oleh karena itu, Bawaslu terus membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna memperkuat pengawasan partisipatif dan pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran.
“Kami melihat nilai sportivitas dan fair play di olahraga itu sama persis dengan nilai demokrasi, yakni taat aturan, jujur, dan menerima hasil. Karena itu, dunia olahraga memiliki peran penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ujar Narta.
Ia juga menekankan bahwa lembaga olahraga diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga profesionalisme serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis oleh pihak tertentu.
Sementara itu, Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga netralitas seluruh cabang olahraga, pengurus, maupun atlet selama berlangsungnya tahapan pemilu dan pemilihan.
“KONI Tabanan pada tahapan pemilu dan pemilihan akan memastikan kegiatan cabang olahraga dan atlet tetap netral serta tidak masuk dalam kepentingan salah satu peserta pemilu,” tegasnya.
Nurbawa menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi penyalahgunaan kegiatan olahraga sebagai sarana kampanye politik tertentu. Meski demikian, KONI tetap melakukan pengawasan internal dan mengingatkan seluruh insan olahraga agar menjaga independensi serta fokus pada pembinaan prestasi.
Menurutnya, olahraga harus tetap menjadi ruang pemersatu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.
Melalui sinergi antara Bawaslu dan KONI Tabanan tersebut, diharapkan upaya pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran pemilu dapat semakin diperkuat sehingga proses demokrasi di Kabupaten Tabanan dapat berjalan secara jujur, adil, damai, dan berintegritas.