Ketua KONI Tabanan Hadiri Sosialisasi Statuta PSSI 2025 dan Penyerahan Subsidi Bola FIFA F4S

TABANAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan, I Made Nurbawa, S.E., menghadiri kegiatan Sosialisasi Statuta PSSI 2025 sekaligus Penyerahan Subsidi Bola FIFA Football for Schools (F4S) oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Bali kepada PSSI Kabupaten Tabanan, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum PSSI Bali Dewa Made Teges Wirawan, Kepala SSB Putra Debes, serta perwakilan guru dan murid dari 12 sekolah dasar (SD) penerima bantuan bola di Kabupaten Tabanan.

Program FIFA Football for Schools (F4S) merupakan program pengembangan sepak bola usia dini yang salah satunya diwujudkan melalui penyediaan sarana berupa bola sepak untuk anak-anak usia 7–10 tahun. Melalui program tersebut, FIFA melalui PSSI Pusat mendistribusikan bantuan bola ke seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi mendapatkan alokasi sebanyak 3.000 bola.

Untuk Provinsi Bali, pada tahap awal telah tiba sebanyak 700 bola, yang selanjutnya didistribusikan kepada kabupaten/kota di Bali. Kabupaten Tabanan pada tahap ini mendapatkan alokasi yang diserahkan kepada 12 sekolah dasar.

Kedua belas sekolah penerima tersebut terdiri dari SD Negeri 1 Delod Peken, SD Negeri 3 Delod Peken, SD Negeri 6 Delod Peken, SD Negeri 2 Dajan Peken, SD Negeri 4 Dauh Peken, SD Negeri 1 Denbantas, SD Negeri 1 Banjar Anyar, SD Negeri 3 Sudimara, SD Negeri 4 Sudimara, SD Negeri 3 Gubug, SD Negeri 1 Dajan Peken, dan SD Negeri 1 Wanasari.

Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa, S.E., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, dukungan sarana olahraga sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pembinaan atlet sepak bola secara berkelanjutan.

“Kami menyambut baik program FIFA Football for Schools ini karena memberikan dukungan nyata bagi pembinaan sepak bola usia dini. Ketersediaan sarana latihan yang memadai tentu akan membantu anak-anak untuk lebih aktif berolahraga sekaligus mengembangkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap sepak bola,” ujar Nurbawa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah, guru olahraga, maupun pembina sepak bola untuk mendukung kegiatan latihan dan pengembangan bakat siswa.

“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan. Dari anak-anak usia dini inilah nantinya kita berharap lahir bibit-bibit pemain sepak bola Tabanan yang mampu berkembang hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, sosialisasi Statuta PSSI 2025 menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mengenai regulasi dan tata kelola organisasi sepak bola. Sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan sepak bola di daerah terhadap aturan yang berlaku serta mendorong pengelolaan organisasi yang semakin tertib dan profesional.

Program subsidi bola FIFA F4S ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan sepak bola akar rumput. Dengan keterlibatan sekolah, SSB, guru, pelatih dan organisasi sepak bola, pembinaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sejak usia dini.

KONI Tabanan juga berharap sinergi antara PSSI, pemerintah daerah, KONI, sekolah, SSB dan berbagai pihak terkait terus diperkuat sehingga ekosistem pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, dapat berkembang secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.