KONI Tabanan Bidik Minimal 20 Emas Menuju Porprov Bali 2027

TABANAN – Kabupaten Tabanan mulai mempersiapkan kekuatan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 yang akan berlangsung di Kabupaten Buleleng. Meski kontingen resmi belum terbentuk, KONI Kabupaten Tabanan telah melakukan pemetaan terhadap potensi atlet dan cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari persiapan awal.

KONI Tabanan memasang target minimal 20 medali emas pada Porprov Bali 2027. Dengan target tersebut, Tabanan diproyeksikan mampu mempertahankan posisi di papan atas, yakni pada peringkat 5–6 besar klasemen perolehan medali.

Target tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan capaian pada Porprov Bali 2025. Saat itu, Tabanan berhasil mengoleksi 25 medali emas, 34 perak, dan 69 perunggu serta menempati peringkat keenam. Sementara pada Porprov Bali 2023, Tabanan meraih 23 medali emas.

Ketua KONI Kabupaten Tabanan I Made Nurbawa, S.E., mengatakan persiapan menuju Porprov 2027 harus dilakukan sejak dini, terutama melalui pemetaan atlet potensial dan evaluasi kekuatan masing-masing cabor.

“Kami tidak ingin hanya berorientasi pada target medali, tetapi juga memastikan proses pembinaan atlet berjalan dengan baik. Pemetaan ini penting untuk mengetahui potensi yang kita miliki, sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang dapat memengaruhi kekuatan kontingen Tabanan,” ujar Nurbawa.

Menurutnya, perjalanan menuju target 20 medali emas tidak mudah. Sejumlah atlet potensial harus kehilangan karena mutasi maupun memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi KONI bersama pengurus cabor untuk segera menyiapkan regenerasi dan mencari atlet-atlet potensial pengganti.

Selain itu, cabang olahraga selancar ombak juga menghadapi kendala karena hingga kini belum memiliki kepengurusan definitif. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keikutsertaan Tabanan pada Porprov Bali 2027 apabila tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Kita menyadari ada beberapa tantangan, termasuk atlet yang mutasi, pensiun, maupun persoalan organisasi di beberapa cabor. Karena itu, evaluasi dan konsolidasi harus dilakukan lebih awal. Cabor juga harus mampu menyiapkan atlet pelapis sehingga kekuatan Tabanan tidak bergantung pada beberapa atlet saja,” tegas Nurbawa.

Dari sisi dukungan anggaran, Pemkab Tabanan telah menyiapkan anggaran olahraga sekitar Rp5 miliar untuk tahun 2027, meningkat dibandingkan sekitar Rp3,6 miliar pada 2025. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat program pembinaan dan persiapan atlet menuju Porprov.

Sejumlah cabor yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan, seperti dancesport, petanque, wushu, tarung derajat, judo, panahan, dan pencak silat, diharapkan kembali menjadi tumpuan dalam perolehan medali.

Nurbawa menegaskan, KONI Tabanan akan terus mendorong seluruh cabor agar melakukan pembinaan secara terukur dan berkelanjutan. Target 20 emas, menurutnya, harus menjadi motivasi bersama untuk meningkatkan prestasi sekaligus mempersiapkan regenerasi atlet.

“Target 20 emas merupakan target realistis berdasarkan pemetaan awal. Namun, kami tentu tidak ingin berhenti pada angka tersebut. Kalau peluang untuk meraih lebih banyak medali terbuka, akan kami maksimalkan. Yang terpenting adalah seluruh cabor bekerja bersama, melakukan pembinaan secara serius, dan mempersiapkan atlet terbaik untuk membawa nama Tabanan di Porprov Bali 2027,” pungkasnya.